Senin, 26 Desember 2011

LINGKUNGAN BIOTIK DAN ABIOTIK, FAKTOR EDAFIK (TANAH)


By : kelompok 5 (Ayu, Resta, Tatik)

Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh & berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti: N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl); dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan, maupun kehutanan.. Tanah memiliki banyak sekali jenis antara lain:
1. Tanah Humus Tanah humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat.
2. Tanah Pasir Tanah pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil.
3. Tanah Alluvial / Tanah Endapan Tanah aluvial adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian.
4. Tanah Podzolit Tanah podzolit adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi dan bersuhu rendah / dingin.
5. Tanah Vulkanik / Tanah Gunung Berapi Tanah vulkanis adalah tanah yang terbentuk dari lapukan materi letusan gunung berapi yang subur mengandung zat hara yang tinggi. Jenis tanah vulkanik dapat dijumpai di sekitar lereng gunung berapi.
6. Tanah Laterit Tanah laterit adalah tanah tidak subur yang tadinya subur dan kaya akan unsur hara, namun unsur hara tersebut hilang karena larut dibawa oleh air hujan yang tinggi. Contoh : Kalimantan Barat dan Lampung.
7. Tanah Mediteran / Tanah Kapur Tanah mediteran adalah tanah sifatnya tidak subur yang terbentuk dari pelapukan batuan yang kapur. Contoh : Nusa Tenggara, Maluku, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
8. Tanah Gambut / Tanah Organosol Tanah organosol adalah jenis tanah yang kurang subur untuk bercocok tanam yang merupakan hasil bentukan pelapukan tumbuhan rawa. Contoh : rawa Kalimantan, Papua dan Sumatera.
Faktor-Faktor Pembentukan Tanah

Faktor-faktor yang menentukan pembentukan tanah adalah sebagai berikut :
1.                  Ikllim
2.                  Batuan Induk
3.                  Vegetasi
4.                  Relief (tinggi rendahnya permukaan)
5.                  Manusia
6.                  Waktu

Fungsi Tanah
1. Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran
2. Penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur-unsur hara)
3. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh: hormon, vitamin, dan asam-asam organik; antibiotik dan toksin anti hama; enzim yang dapat meningkatkan kesediaan hara)
4. Sebagai habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama & penyakit tanaman.
Dua Pemahaman Penting tentang Tanah:
1.Tanah sebagai tempat tumbuh dan penyedia kebutuhan tanaman, dan 
2.Tanah juga berfungsi sebagai pelindung tanaman dari serangan hama & penyakit dan dampak negatif pestisida maupun limbah industri yang berbahaya.
Profil Tanah
Profil tanah merupakan suatu irisan melintang pada tubuh tanah, dibuat dengan cara membuat lubang dengan ukuran panjang dan lebar serta kedalaman tertentu sesuai dengan keadaan tanah dan keperluan penelitian. Tanah merupakan tubuh alam yang terbentuk dan berkembang akibat terkena gaya-gaya alam (natural forces) terhadap proses pembentukan mineral. Pembentukan dan pelapukan bahan-bahan organik pertukaran ion-ion, pergerakan dan pencucian bahan-bahan koloid (Buckman, 1982). Batas lapisan dengan lapisan lainnya dalam suatu profil tanah dapat terlihat jelas atau baur. Dalam pengamatan di lapangan ketajaman peralihan lapisan-lapisan ini dibedakan kedalam beberapa tingkatan yaitu nyata (lebar peralihan kurang dari 2,5 cm), jelas (lebar peralihan 2,5 – 6,5 cm) dan baur (lebar peralihan lebih dari  12,5 cm). disamping itu entuk topografi dari batas horison tersebut dapat rata, berombak, tidak teratur atau terputus (Foth, 1988).
Dari presentasi kelompok 5 ada beberapa pertanyaan yang diajukan mahasiswa yaitu :
1.      Yusro
jenis tanah mana yang baik untuk pertanian, serta dalam tanah tersebut terkandung apa saja sehingga bisa membuat subur atau baik bagi pertanian? Lebih subur mana tanah vulkanik dengan tanah humus?
Jawab : Tanah yang baik bagi pertanian adalah tanah humus, karena tanah humus banyak mengandung oksigen (O2) dan mikroba. Tanah vulkaniklah yang paling subur, sebab tanah vulkanik mengandung materi daru gunung berapi itu bila dilihat dari tingkatannya. Tetapi pak husamah menambahkan bahwa kesuburan tanah tergantung dengan jenis tanamannya. Contohnya : tanaman yang berada ditanah pegunungan tidak akan bisa tumbuh ditanah pantai.
2.      Fateh
Mengapa unsur hara dalam tanah bisa berkurang? apa saja penyebabnya?
Jawab : Tanah dipakai secara terus-menerus jadi membuat unsur hara dalam tanah berkurang, oleh karenannya biasanya petani member pupuk biar tanah kembali seperti semula. Tambahan dari Pak Husamah, bahwa perbedaan Janis tanah itu dipengaruhi oleh sejarah pembentukan, unsure pembentukan, serta suhu.
3.      Eko
Perbedaan tempat dapat menimbulkan perbedaan jenis tanah pula, apa yang dapat mempengaruhi hal demikian
Jawab : Hal ini dipengaruhi oleh ketinggian, suhu, serta kelembaban. Misalnya saja pada daerah di dataran rendah tanahnya berpasir, kering hal ini dikarenakan intensitas cahaya matahari yang cukup tinggi. Sedangkan daratan tinggi tanahnya banyak mengandung humus serta alluvial. Sedangkan gurun itu tidak tergantung dari tinggi rendahnya tempat, tapi dipengaruhi oleh lamanya penyinaran. Pendapat dari Pak Husamah, bahwa faktor air, air akan melarutkan serta bisa membawa unsur hara yang ada pada tanah, pemakaian terus-menerus, pupuk yang diberikan juga berpengaruh, jenis tanaman yang akan ditanam, serta suhulah yang paling berpengaruh.
Presentasi kelompok 5 sudah cukup baik dalam penyampaian materinya namun kelompok 5 masih terkesan lebih banyak membaca dari pada menjelaskan isi dari materi yang dipresentasikan. Kelompok ini juga kurang kompak dan terkesan kurang memahami materi yang disampaikan hal ini terlihat jelas pada saat meraka menjawab pertanyaan salah satu diantara mereka berbeda pendapat dalam menjawab pertanyaan. Hal ini seharusnya tidak terjadi didalam kelompok karena dalam suatu kelompok yang sangat dibutuhkan adalah kekompokan. Audiennya banyak yang tidak memperhatikan mungkin dikarenakan penyampaian materi yang terlalu monoton atau terkesan lebih banyak membaca sehingga membuat audien merasa bosan. Semoga pada presentasi selanjutnya audien lebih memperhatikan pemateri didepan dan untuk pematei dharapkan lebih menguasai materi yang akan disampaikan sehingga tidak terjadi perbadaan pendapat didalam kelompok.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar